Siaran Pers : Hasil Seleksi Administrasi Calon Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031
Siaran Pers Proses Penjaringan dan Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031
Komite Audit USU 2025-2030 Resmi Bertugas
02 September 2024
Fenny Julistine Tarigan
Medan - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja Sekai (LPK Sekai) Medan mengadakan kegiatan bertajuk “Edukasi Etika Kerja Jepang dan Pengaruhnya Terhadap Praktik Keagamaan Bagi Calon Tenaga Kerja Muslim Asal Medan”, Kamis (18/7/2024).
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada para calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di Jepang mengenai etos kerja orang Jepang dan bagaimana menjalankan praktik-praktik keagamaan selama berada di negara tersebut.
Tim pengabdian masyarakat dari USU yang sekaligus menjadi pembicara dalam kegiatan ini terdiri dari dua orang pakar, yaitu Mhd. Pujiono, M.Hum., Ph.D., yang menyampaikan materi tentang etos kerja Jepang, menjelaskan tentang nilai-nilai budaya kerja yang menjunjung tinggi kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja keras yang menjadi ciri khas dunia kerja di Jepang.
Sementara itu, Dr. Windi Chaldun, Lc, M.Hum. memberikan tips dan trik bagaimana tetap menjalankan ibadah secara konsisten selama bekerja di Jepang, meskipun menghadapi perbedaan budaya dan agama.

Para peserta yang merupakan calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di Jepang terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Mereka aktif berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman serta kekhawatiran. Diskusi yang dinamis ini mencerminkan antusiasme dan kesiapan para calon tenaga kerja untuk memahami dan beradaptasi dengan etos kerja di Jepang dengan tetap mempertahankan praktik-praktik keagamaan mereka.
“Kerjasama antara USU dan LPK Sekai ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kesiapan mental dan spiritual calon tenaga kerja muslim asal Medan, sehingga mereka dapat bekerja secara optimal di Jepang tanpa harus mengorbankan nilai-nilai agama yang mereka anut,” ujar Mhd. Pujiono, M.Hum., Ph.D., yang juga Wakil Dekan III FIB USU.