Siaran Pers : Hasil Seleksi Administrasi Calon Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031
Siaran Pers Proses Penjaringan dan Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031
Komite Audit USU 2025-2030 Resmi Bertugas
04 Agustus 2025
Syafrijal S.Kom
Pelaksanaan KKN Kebangsaan tahun ini sebagai wadah kolaborasi mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini memperkuat semangat kebangsaan, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semoga para peserta menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi daerah dan bangsa. Apa yang membuat penghargaan ini terasa istimewa bukan hanya karena diserahkan secara resmi oleh kementerian, tapi karena pencapaiannya dibangun dalam waktu yang nyaris mustahil: satu bulan. Dalam kurun itu,Tuan rumah Unhas berhasil memobilisasi 174 mahasiswa dari 99 perguruan tinggi untuk mengabdi di dua kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep)—tanpa kemewahan anggaran besar, tapi dengan manajemen yang tangguh dan tekad yang lapang.
Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil., Ph.D., yang menerima penghargaan tersebut mewakili Rektor Unhas, menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada seluruh peserta dan mitra KKN. Pelaksanaan KKN ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi, kebhinekaan, serta pengabdian mahasiswa untuk negeri. Ketua Pelaksana KKN Kebangsaan 2025, Dr. Ir. Syarifuddin Mabe Parenreng, ST., MT., IPU., CSRS., CRMP., menyebut kegiatan ini bukan sekadar tugas kampus, tetapi peristiwa kebersamaan yang meninggalkan jejak sosial di setiap desa tempat para mahasiswa mengabdi.
“Mereka meninggalkan warisan kebaikan—di sawah, di sekolah, di balai desa—tempat masyarakat sehari-hari menaruh harap,” ujar Syarifuddin dalam laporannya.

Turut hadir dalam kegiatan penutupan, Bupati Maros Dr. H.A.S. Chaidir Syam, dan perwakilan dari Pemkab Pangkep, Kepala Dinas Pariwisata Dr. Jaenal Sanusi. KKN Kebangsaan tak hanya milik kampus, tapi milik masyarakat. Hasrullah, Sekretaris Tim Pengembangan KKN Kebangsaan 2025, menyampaikan bahwa dalam 13 tahun sejarah pelaksanaan KKN Kebangsaan, baru kali ini sebuah universitas tuan rumah diberikan piagam penghargaan oleh kementerian penyelenggara.
Keberhasilan ini bukan hanya karena penyelenggaraan logistik, melainkan juga karena kualitas substansi. KKN Kebangsaan Unhas 2025 menghadirkan tokoh nasional seperti Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa untuk menyampaikan materi langsung kepada mahasiswa peserta. Ini menjadikan KKN bukan hanya ladang pengabdian, tetapi juga ruang pertemuan antara gagasan strategis dan realitas lokal.
Dalam perjalanannya, KKN Kebangsaan 2025 memperlihatkan wajah Indonesia yang plural tapi bersatu. Sebanyak 174 mahasiswa dari 89 lebih perguruan tinggi di Indonesia dari barat hingga timur berkumpul dan berbagi hidup bersama warga desa, menghadirkan solusi, mendengarkan persoalan, dan belajar tentang makna pengabdian dari akar rumput.
Ketua Tim Pengembang KKN Kebangsaan, Ninuk Purnaningsih (IPB), bersama Miftahush S. Haq (UGM) dan Hasrullah, turut hadir memantau langsung pelaksanaan program dan menyampaikan catatan positif atas capaian tahun ini. Bagi mereka, ini bukan hanya agenda akademik, tapi juga laboratorium kebangsaan.
Penghargaan dari KemendiktiSaintek ini bukan sekadar simbol pencapaian, tetapi juga cambuk harapan. Bahwa di tengah segala keterbatasan, kolaborasi bisa menjadi kekuatan. Bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti di ruang kelas, tapi hadir nyata di lapangan. Dan bahwa mahasiswa, jika diberi ruang dan kepercayaan, mampu menyulam merah putih di tempat-tempat yang kadang dilupakan pembangunan.
Sebagaimana kalimat pamungkas yang bergema di akhir acara: “Pengabdian adalah nafas perguruan tinggi. Dan KKN adalah wajah paling jujur dari pengabdian itu.”
.jpeg)