home icon
search icon
menu icon

Universitas Sumatera Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan: Memajukan mitigasi bencana melalui inisiatif kolaboratif

Dipublish Pada

28 Agustus 2024

Dipublish Oleh

Syafrijal S.Kom

Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) merupakan salah satu daerah rawan bencana di Sumatera Utara. Daerah tersebut rawan longsor, yang diperparah oleh penggundulan hutan dan hujan yang berkepanjangan. Wilayah Humbahas memiliki intensitas curah hujan yang tinggi dengan sistem drainase permukaan yang buruk. Hal ini memicu bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor. Dari bencana tersebut, masyarakat merasakan kerugian besar seperti kerusakan infrastruktur di wilayah pemukiman, kerusakan perkebunan, persawahan, dan gagal panen. Sebagai langkah antisipasi dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPPM USU) menyelenggarakan kegiatan mitigasi dan adaptasi bencana melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tematik mitigasi dan adaptasi bencana.

Program yang diluncurkan pada 4 Juli 2024 di Aula Bukit Barisan Kabupaten Humbahas ini merupakan wujud nyata kerja sama antara Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) USU dengan Pemerintah Daerah Humbahas. Inisiatif ini bertujuan untuk membekali daerah dengan perangkat dan pengetahuan untuk secara efektif meminimalisir dampak bencana. Tua Marsatti Marbun sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten Humbahas menyatakan peluncuran ini menandakan komitmen untuk menyediakan sumber daya dan infrastruktur yang diperlukan bagi para pemangku kepentingan yang terlibat dalam program mitigasi bencana.

Program ini beroperasi dalam dua skema yang berbeda: Program Desa Binaan PKM dan PKM Reguler Mono Tahun. Program Desa Binaan PKM mengambil pendekatan jangka panjang, memberikan dukungan multi-tahun kepada desa-desa yang ditunjuk. Sebaliknya, program PKM Reguler Mono Tahun berfokus pada intervensi jangka pendek. Dr. Oding Effendy, koordinator pelaksana kegiatan tematik mitigasi bencana, menjelaskan bahwa kedua program akan berlangsung selama tujuh bulan setiap tahun, mencakup total sembilan lokasi dan mencakup berbagai kegiatan.

Program ini menangani kesiapsiagaan bencana di berbagai bidang. Salah satu kegiatan utama melibatkan pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) yang memberdayakan masyarakat untuk mengelola potensi ancaman, pelestarian lingkungan (penanaman pohon), pengembangan ekonomi (pariwisata berkelanjutan), dan peningkatan kesehatan masyarakat. Lebih jauh, inisiatif unik melibatkan perancangan senam mitigasi bencana untuk siswa sekolah dasar, yang bertujuan untuk menanamkan budaya kesiapsiagaan sejak usia muda. Peluncuran program ini mendorong diskusi yang hidup dengan Ir. Yusak Maryunianta, M.P. (Ketua Pelaksana PKM Desa Binaan), Dra. Fatma Wardy Lubis, M.A. (Ketua Pelaksana PKM Reguler Mono Tahun), Benthon Juber Lumban Gaol, ST., M.Si. (Kepala BPBD Sumatera Utara), dan Manutur Parulian Naibaho, S.Sos., S.H., M.Si. (Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan). Salah satu isu krusial yang diangkat adalah perlunya mengatasi faktor ekonomi yang mendasari yang berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Menyadari hal ini, USU menekankan pendekatan holistik, memperluas dukungannya melampaui mitigasi dan adaptasi bencana untuk mencakup inisiatif pembangunan ekonomi lokal. Dengan memberdayakan masyarakat secara ekonomi, program ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada sumber daya alam yang didorong oleh kemiskinan. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tim pelaksana dan juga para pemangku kepentingan yang terlibat dapat merealisasikan setiap program yang telah direncanakan sehingga tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Sumber :  https://qs-gen.com/universitas-sumatera-utara-humbang-hasundutan-regency-advancing-disaster-mitigation-through-collaborative-initiatives/

PKM