Siaran Pers : Hasil Seleksi Administrasi Calon Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031
Siaran Pers Proses Penjaringan dan Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031
Komite Audit USU 2025-2030 Resmi Bertugas
14 Agustus 2025
Syafrijal S.Kom
Kegiatan ini merupakan upaya nyata mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus adaptasi terhadap perubahan iklim.Acara dihadiri oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Lubuk Cuik, kepala Desa beserta jajaran pemerintah setempat, perwakilan Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, dan masyarakat petani.Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Ir. Charloq, MP, menjelaskan, di Medan bahwa lahan cabai di Desa Lubuk Cuik sebagian besar merupakan lahan bekas sawah masam dengan tingkat keasaman tinggi (pH < 5), sehingga produktivitasnya rendah.
“Melalui aplikasi biochar yang berasal dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS), kesuburan tanah dapat ditingkatkan, pH tanah naik, retensi air lebih baik, dan ketersediaan unsur hara meningkat. Dampaknya, pertumbuhan cabai menjadi lebih optimal,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, para petani mendapatkan edukasi langsung mengenai manfaat biochar, teknik aplikasinya di lahan, serta pendampingan dalam penerapannya pada lahan percontohan (demplot). Tim juga melakukan analisis tanah sebelum dan sesudah aplikasi untuk memastikan perubahan kualitas tanah secara ilmiah.
Pemerintah Desa Lubuk Cuik memberikan apresiasi atas program ini. “Kami berharap teknologi biochar dapat terus digunakan oleh petani agar hasil cabai meningkat dan biaya pupuk berkurang,” kata petani.
Selain memberikan manfaat ekologis, penggunaan biochar juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, mendukung ekonomi sirkular, serta menjadi strategi mitigasi perubahan iklim.
Ke depan, tim pengabdian USU menargetkan teknologi ini dapat diadopsi secara mandiri oleh petani dan dikembangkan untuk komoditas pertanian lainnya di Batubara