home icon
search icon
menu icon

Harian Analisa: KKN, Mata Kuliah Pilihan

Dipublish Pada

30 September 2017

Dipublish Oleh

-

KKN, Mata Kuliah Pilihan

Medan, (Analisa). Muhammad Fidel Ganis Siregar, Sp.OG menyatakan, Kuliah Kerja Nyata Pembe­lajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) masih menjadi mata kuliah pilihan dengan syarat, hanya boleh diikuti mahasiswa yang telah lulus 100 SKS.

Hal itu disampaikan WR II tersebut saat membuka sosialisasi KKN-PPM, Jumat (17/2) di Gelanggang Mahasiswa Pintu I Kampus USU, Medan. Hadir dalam kegiatan itu Ketua LPPM USU diwakili Sekretaris LPPM, Prof. Dr. Dra. Irnawati Marsaulina, M.S. dan dua orang narasumber, yakni Dr. Budi Utomo, S.P., M.P. dan dr. Surya Dharma, M.P.H.

Menurutnya, dalam sambutan di hadapan ratusan mahasiswa calon peserta KKN-PPM, pada dasarnya KKN bukan hal yang baru bagi USU karena USU pernah melak­sanakannya sejak 1972-1999. Selanjutnya karena sesuatu hal maka KKN dihentikan bersamaan dengan dihentikannya KKN di universitas-universitas lainnya di Indonesia pada 1999.

KKN tahun ini memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan hal itu sejalan dengan imbauan DIKTI agar seluruh universitas menjalankan mata kuliah KKN. "Mengingat sangat pentingnya program KKN bagi mahasiswa, perguruan tinggi dan masyarakat, maka USU kembali mengadakan kegiatan KKN pertama kali pada 2015 dan diharapkan bisa menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa USU," tuturnya.

Sesuai dengan konsep yang dijalankan, KKN di masa kini berubah namanya menjadi KKN-PPM. Konsep ini merupakan perbaikan dari konsep KKN di masa lalu yang lebih berorientasi top-down serta kegiatannya lebih kepada pengabdian mahasiswa saja. KKN-PPM mengarah pada kegiatan yang ber­orien­tasi bottom-up, yakni mahasiswa bersama masyarakat berupaya untuk melakukan perubahan atau perbaikan di masyarakat.

Selain belajar, mahasiswa juga melakukan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat untuk bersama-sama membangun desa. Selama tiga tahun desa-desa ini akan mendapat kunjungan mahasiswa KKN-PPM. Dan diharapkan nantinya desa binaan akan berubah menjadi lebih baik setelahnya.

 

Rancangan program

Sementara itu, Sekretaris LPPM USU, Prof. Dr. Dra. Irnawati Marsaulina, M.S. dalam laporannya menyampaikan, pada 2017, rencana program KKN-PPM akan dilaksa­nakan dalam tiga program kegiatan, yaitu KKN-PPM reguler di Karo, Simalungun, Labuhanbatu Utara, Langkat, dan Kota Tanjungbalai. Kemudian KKN Kebangsaan akan dilaksanakan di Kota Gorontalo dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai tuan rumah. Terakhir,  KKN Pulau Terluar yang rencananya akan dilak­sanakan di Nias Utara.

"Sebelumnya, pada 2016 USU melak­sanakan KKN Reguler di Karo, Simalungun, Samosir. Sementara KKN Tematik dilak­sanakan di Kota Tanjungbalai. Untuk KKN Pulau Terluar dilaksanakan di Nias Utara, Sumut dan Pulau Simeulue, Provinsi Aceh. Untuk KKN Kebangsaan dilaksanakan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau," tukasnya. (rel/anty)

 

http://harian.analisadaily.com/kota/news/kkn-mata-kuliah-pilihan/322859/2017/02/20

Berita