home icon
search icon
menu icon

Harian Analisa: LPM USU Pengabdian Masyarakat di Simalungun

Dipublish Pada

30 September 2017

Dipublish Oleh

-

Simalungun, (Analisa). Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Sumatera Utara (USU) mela­kukan pengabdian masyarakat di Kabupaten Simalungun, tepatnya di Huta Gondang Rejo Nagori Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan. Tim pengabdian yang diketuai Ha­riadi Susilo, M.Si. ini menggandeng akademisi USU lainnya untuk memodifikasi teknologi pakan ternak.

“Kita membantu kelompok peternak di desa itu agar usaha penggemukan sapi me­reka lebih optimal. Bersama dengan ahlinya, tim pengabdian berupaya men­ciptakan teknologi pakan ternak yang memak­simalkan limbah pertanian,” ujar Hariadi Susilo di Kampus USU.

Ia menjelaskan bahwa tim pengembangan teknologi pakan ternak ini terdiri dari Ir. Tugiman, M.T. (ahli mesin) dan Dr. Ir. Ma­ruf Tafsin, M.P. (ahli pakan ternak). Selain itu juga ada Prof. Dr. Saib Suwilo, Dr. Chairani Hanum, Dr. Dardanila, Prof. Erika Saragih, Faridah Ariani, M.T., Dr. Amlys Syahputra, Arlina, M.Hum., dan Eva Sartini Bayu, M.P.

Hariadi menjelaskan, mesin teknologi pakan ternak ini sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh para kelompok peternak, hanya saja dalam kasus di Simalungun, mesinnya dirancang ulang sehingga bisa memanfaatkan limbah pertanian yang lain selain rumput.

“Kami ini kan masih tahap awal, jadi masih dalam tahap pembuatan mesin. Kita akan uji coba nanti bagaimana hasilnya. Namun yang pasti, mesin yang diciptakan itu nantinya akan mampu menciptakan suplemen untuk sapi agar sapi-sapi di sana sehat dan memiliki gizi yang cukup,” ujarnya.

Proses ke depannya, imbuh Hariadi, adalah menciptakan industri pakan ternak atau suplemen ternak dari hulu ke hilir. “Kita ciptakan mesinnya dan langsung bisa memproduksi suplemen ternaknya dengan kandungan gizi yang terlebih dahulu lulus uji. Huta Gondang Rejo Nagori Bandar Tongah ini kami jadikan pilot project,” ujarnya.

Ada  beberapa  kegiatan yang saat ini te­ngah dilakukan, ujar Hariadi, yakni pe­nyusunan pakan ternak berbasis limbah pertanian untuk sapi bakalan dan/atau peng­gemukan.

Penyuluhan standar pemeliharaan sapi. Penyuluhan dan pendampingan dan evaluasi penggunaan alat.

Tim pengabdian saat ini juga telah mem­bangun kandang sapi dan gudang pengo­lahan pakan ternak berbasis teknologi. “Kita berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kalau memang ini berhasil, teknologi dan pakan ternak yang diciptakan nantinya bisa diproduksi lebih banyak lagi,” ujar dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU ini.

Ir. Tugiman, M.T. yang merancang tek­nologi mesin pakan ternak itu menje­laskan, mesin terdiri dari 5 jenis. Pertama mesin chopper, mesin pelet, mesin pengaduk pakan, mesin pengering, dan mesin press manual.

“Mesin kita modifikasi sedemikian rupa agar bisa disesuaikan dengan limbah tana­man yang ada. Juga didesain sehemat mungkin, baik untuk bahan bakar maupun penggunaan listriknya. Intinya bagaimana para peternak di desa itu bisa dimudahkan dengan teknologi ini,” ujarnya. (br)

http://harian.analisadaily.com/sumut/news/modifikasi-teknologi-pakan-ternak/423270/2017/09/29

Berita