home icon
search icon
menu icon

Rapat Koordinasi Pimpinan RKI dan PMKI

Dipublish Pada

15 September 2025

Dipublish Oleh

Syafrijal S.Kom

Kegiatan RKI dan PMKI dihadiri langsung oleh para ketua LPPM atau DRPM dari berbagai perguruan tinggi.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menggandeng 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia dalam memperkuat riset dan pengabdian masyarakat. Sinergi ini terwujud dalam kegiatan monitoring dan evaluasi Laporan Kemajuan Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) dan Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI). 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para ketua LPPM atau DRPM dari berbagai perguruan tinggi. Ketua LPPM UM, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si., menegaskan pentingnya sinergi untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
“Pertemuan ini bukan sekadar formalitas, tetapi penuh harapan dan energi untuk membawa PTN-BH Indonesia menjadi yang terdepan,” ujarnya optimistis.

Prof. Markus menyebutkan bahwa kolaborasi riset akan menghasilkan lebih banyak inovasi. “Output riset dan pengabdian akan lebih besar jika dikerjakan bersama. Semakin banyak proposal yang masuk, semakin besar dampak yang dihasilkan,”. Ketua Asosiasi RKI dan PMKI, Prof. Dr. R Benny Riyanto, S.H., M.Hum., CN., menekankan bahwa riset kolaborasi menjadi jalan strategis bagi perguruan tinggi untuk mencapai reputasi internasional.

“Melalui program ini, dua poin Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu riset dan pengabdian masyarakat, bisa tercapai sekaligus,” tuturnya.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyoroti perlunya memperluas kerja sama di luar PTN-BH. “Jika kita juga menggandeng perguruan tinggi negeri non-BH, swasta, dan komunitas masyarakat, dampaknya akan jauh lebih besar,” ungkapnya.

Namun, Prof. Hariyono juga menyoroti kendala birokrasi yang sering memperlambat eksekusi penelitian. “Kami akan berdiskusi dengan para rektor PTN-BH dan kementerian untuk menyederhanakan birokrasi agar peneliti bisa segera mengeksekusi ide tanpa harus menunggu terlalu lama,” jelasnya. Di akhir sambutannya, ia mengajak para pimpinan LPPM dan DRPM untuk memperkuat budaya sitasi karya ilmiah dalam negeri. “Sangat disayangkan, banyak penelitian kita yang sudah dipublikasikan tetapi sitasinya masih rendah,” tegasnya.

Sinergi ini diharapkan mempercepat inovasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam kancah riset global, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) pada bidang pendidikan dan inovasi.

Berita