ERGAI - Akademisi USU dari Program Studi Strata 1 Keperawatan melaksanakan pendampingan pembuatan plester anti bakteri berbahan baku buah pandan laut (Pandanus Tectorius) kepada kader posyandu dan masyarakat anggota KSU di Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (01/06/2024).
Ketua Tim Pendampingan Masyarakat Program Studi Strata 1 Keperawatan, USU, Bina Melvia Girsang, Sabtu (22/06/2024), mengatakan, kegiatan pendampingan masyarakat adalah upaya peningkatan nilai manfaat potensi sumber daya alam di Desa Nagalawan, khususnya dalam pemanfaatan buah tanaman pandan laut.
Dia menyebut, tanaman pandan laut belum dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat Desa Nagalawan, meskipun banyak tumbuh secara liar. Buahnya pun sengaja dibiarkan gugur dan membusuk setelah matang. Sebagian besar masyarakat setempat bahkan menganggap keberadaan tanaman pandan laut justru mengganggu keindahan dan pemandangan wisata pantai.
"Padahal dari beberapa penelitian telah membuktikan bahwa buah pandan laut dapat diolah menjadi plester antibakteri," ungkapnya, didampingi empat anggota Tim Pendampingan Masyarakat, yakni Lisda Rismayani Nasution, Kristiawan Hadinata Ginting, dan Eqlima Elfira, serta tiga mahasiswa Strata 1 Keperawatan, USU, yakni Novri Rahmadhani Nasution (211101005), Sonia Rospita Hia (211101006), dan Della Amelia Nasution (211101007).
Menurut Bina, pandan laut adalah jenis tanaman dari genus Pandanus atau pandan-pandanan, yang sebagian besar tersebar di daerah tropis, baik di tepi pantai maupun sungai, tetapi tidak terdapat di Benua Amerika. Tumbuhan ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat, karena sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan tikar jahit, tikar anyam, dan tudung saji.
Pandan laut sendiri merupakan pohon atau semak yang tumbuh tegak, tinggi antara 5 hingga 15 meter, bercabang, kadang-kadang batang berduri, dengan akar tunjang tidak melebar. Daunnya berukuran besar, panjang antara 5 hingga 6 meter, lebar antara 7 hingga 10 sentimeter, ujung daun berbentuk segitiga lancip, tepi daun dan ibu tulang daun bagian bawah berduri, tekstur daun berlilin, serta berwarna hijau muda dan hijau tua. Bunga jantan dan betina terdapat pada tumbuhan yang berbeda. Sedangkan buah tanaman pandan laut letaknya terminal atau lateral, soliter atau berbentuk bulir atau malai yang besar. (Ramandey, dkk: 2021).
Menurutnya, penggunaan ekstrak tanaman pandan laut dalam bentuk simplisia sebagai obat untuk membantu penyembuhkan luka topikal dianggap masih kurang praktis. Sehingga perlu ditemukan formula yang relatif tepat agar bahan ini dapat digunakan dengan lebih efektif, efisien.
"Atas dasar itu, kami bereksperimen mengolah buah pandan laut menjadi plester luka. Tentu saja iIi menjadi salah satu solusi dalam pemanfaatan tanaman jnj, karena mengandung antiseptik atau antibakteri, serta kemampuan alami untuk menutup luka akut atau lecet,” jelas Bina.
Melalui pendamping pembuatan plester antibakteri yang dilakukan pihaknya, dia berharap upaya ini dapat meningkatkan nilai manfaat tanaman pandan laut dan menambah keterampilan masyarakat Desa Nagalawan dalam mengolah potensi sumber daya alam yang ada di daerahnya.
"Jadi, tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat Desa Nagalawan tentang manfaat buah tanaman pandan laut dan bagaimana cara mengolahnya secara tepat agar dapat digunakan untuk membantu proses pengobatan," ujar Bina.