DELI SERDANG - Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Paya Itik, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, terhitung sejak 7 Juni hingga 30 November 2024.
Kegiatan ini dipimpin Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, yang diikuti dua Anggota Tim, yakni Drs. Edi Sumarno., M.Hum. dan Sapna Sitepu, S.Pd. M.Sn., serta tiga Enumerator, yakni Sabrina Oktavilyana, Rizqi Putra Permono, dan Muhammad Shalihul Amri.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat USU, Dra. Junita Setiap Ginting, M.Si., mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen USU dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk kontribusi akademisi bagi masyarakat.
Secara khusus dia menyebut, program pengabdian masyarakat di Desa Paya Itik dilaksanakan dengan tujuan memperkuat sikap hidup toleransi dan harmoni di kalangan generasi muda.
"Kegiatan ini mengambil pendekatan yang unik, karena melibatkan pemuda desa dalam pelatihan keterampilan seni dan budaya," ungkap Junita, Senin (02/09/2024).
Selama tiga bulan program pengabdian masyarakat ini berjalan, diakuinya, para pemuda desa diberikan berbagai pelatihan kesenian, mulai dari seni tari, seni vokal atau tarik suara, hingga seni menggunakan alat musik tradisional.
Selain itu, pemuda desa juga diberikan fasilitas olahraga berupa bola voli, kostum, dan net. Bahkan mereka difasilitasi untuk mengikuti pertandingan persahabata dengan pemuda dari Desa Pertumbukan.
"Kami melihat, para generasi muda tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Bahkan dengan diadakannya pertandingan persahabatan ini, tentunya akan memancing semangat mereka untuk menciptakan prestasi," jelasnya.
Menariknya, sambung Junita, kegiatan ini mendapat apresiasi yang luar biasa, baik dari pemerintahan desa maupun masyarakat. Masyarakat Desa Paya Itik bahkan berharap, program pengabdian masyarakat dapat terus dilanjutkan dan menjadi agenda rutin USU dalam upaya membina generasi muda yang toleran, kreatif dan berbudaya.
Sebagai upaya membangun identitas desa, menurutnya, Tim Pengabdian Masyarakat USU juga menciptakan Mars Desa Paya Itik. Lagu ini pula yang dinyanyikan bersama oleh perangkat pemerintahan, pengurus PKK, dan tokoh masyarakat Desa Paya Itik.
“Melalui kegiatan keterampilan seni dan budaya ini diharapkan generasi muda mampu melanjutkan sikap harmoni dan toleransi yang sudah berjalan pada generasi sebelumnya. Sebab dengan memahami dan mengenal identitas budaya, kita dapat mempererat hubungan masyarakat dari tiga suku di Desa Paya Itik, yakni Banjar, Jawa, dan Karo," terang Junita.