home icon
search icon
menu icon

Jamur Surai Singa Layak Dibudidayakan di Kota Medan

Dipublish Pada

04 September 2024

Dipublish Oleh

Fenny Julistine Tarigan

Jamur Surai Singa Layak Dibudidayakan di Kota Medan

MEDAN | Jamur surai singa, yang juga dikenal sebagai lion's mane, layak dan menjanjikan untuk dikembangkan di Indonesia, khususnya di Kota Medan.

Hal ini mengingat jamur surai singa umumnya tumbuh di habitat dengan kelembapan udara yang cukup tinggi, yaitu 85% hingga 90%, dengan suhu inkubasi yang cocok untuk pertumbuhan miselia sekitar 25°C - 26°C.

Selain itu, jamur surai singa memiliki kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan saraf dan daya ingat. Jamur ini mengandung senyawa bioaktif seperti hericerins, steroid, alkaloid, dan lakton yang memiliki efek neurotropik pada sel-sel otak yang dapat berdampak positif dalam meningkatkan daya ingat dan memperbaiki memori.

Bahkan, polisakarida yang terkandung dalam jamur surai singa bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Berdasarkan hal tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan sosialisasi mengenai budidaya jamur surai singa dan cara mengatasi permasalahannya kepada sejumlah petani jamur di Kota Medan.

Dalam kesempatan ini, Tim Abdimas juga memberikan sosialisasi berupa ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), alat yang tepat guna untuk meningkatkan produksi, serta modifikasi ruang pertumbuhan jamur.

Ketua Tim Abdimas USU, Liana Dwi Sri Hastuti, M.Si, Ph.D, mengatakan bahwa selama ini jamur surai singa atau Hericium erinaceus diketahui tumbuh subur di alam liar sepanjang musim panas di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.

"Hal ini tentu menjadi tantangan dalam budidaya jamur, khususnya di Indonesia, terutama di Kota Medan yang memiliki suhu rata-rata yang tinggi," ujar Liana Dwi Sri Hastuti, M.Si, Ph.D yang juga merupakan dosen FMIPA USU.

Dijelaskan bahwa jamur surai singa pertama kali dibudidayakan di Tiongkok pada tahun 1988 dalam baglog yang berisi serbuk gergaji. Namun, siklus budidayanya cukup panjang dan hasilnya masih rendah.

"Hal ini dapat diatasi dengan memanipulasi lingkungan tempat tumbuhnya saat dibudidayakan serta mengatur nutrisi yang tepat dalam baglog," jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Erman Munir, M.Sc, mengatakan bahwa optimasi komposisi media budidaya untuk memperoleh hasil tinggi dari biomassa miselia Hericium erinaceus dapat dipicu dengan meningkatkan senyawa tertentu yang dibutuhkannya.

"Bahan organik siap pakai seperti dedak yang biasa digunakan petani, dapat dimodifikasi dengan menambahkan komposisi tepung jagung, tepung beras, atau tepung roti yang tepat," terangnya.

Sementara itu, seorang petani jamur dari Kota Medan, Ir. Hartopo, mengatakan bahwa jamur surai singa merupakan salah satu jamur konsumsi yang memiliki rasa lezat seperti kepiting serta memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan. Selain itu, jamur ini memiliki prospek ekonomi yang tinggi dan menjanjikan jika dibudidayakan di Indonesia.

Sumber: Jamur Surai Singa Layak Dibudidayakan di Kota Medan: https://www.metro-online.co/2024/09/jamur-surai-singa-layak-dibudidayakan.html

PKM