Siaran Pers : Hasil Seleksi Administrasi Calon Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031
Siaran Pers Proses Penjaringan dan Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031
Komite Audit USU 2025-2030 Resmi Bertugas
04 September 2023
Afrinal Ladfian SE., M.Si
KARO - Dosen Ilmu Administrasi Publik Universitas Sumatera Utara Dr. Simson Ginting, S.Sos.,M.PA, Wiro Oktavius Ginting, S.Sos, M.Si., dan Nur Afifah, S.AP.,M.PA., melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Skim Mono Tahun Reguler dengan tema “Pelatihan Manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Penguatan Pemberdayaan Masyarakat" di Desa Buluhnaman Kecamatan Munte Kabupaten Karo, Jumat (01/09/2023).
Berdasarkan analisis situasi TIM PKM, Sebagaimana umumnya, permasalahan yang terjadi di BUMDes Desa Buluhnaman, adalah rendahnya penguatan kelembagaan BUMDes sebagai komponen penting untuk keberhasilan BUMDes. Berdasarkan hal tersbut, perlu diadakan pelatihan dan pendampingan dengan merumuskan strategi dari aspek pelayanan, aspek organisasi, dan aspek sumberdaya.
Hal tersebut akan mendorong BUMDes dalam meningkatkan produktivitas, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kurang atau tidak adanya perencanaan yang matang untuk program dan kegiatan-kegiatan BUMDes, yang sebabkan oleh minimnya pengetahuan para pengurus dan pelaku BUMDes tentang tata kelola BUMDes yang baik dan ideal. Hal demikian cenderung menyebabkan BUMDes menjadi stagnan. Minimnya literasi teknologi informasi untuk membantu tata kelola dalam bidang administrasi dan pemasaran, menjadikan BUMDes Desa Buluhnaman kurang maksimal.
“Desa-desa di Kabupaten Karo memiliki potensi mengembangkan usaha desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki desa. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Tim PKM USU hadir untuk menggelar pelatihan tata kelola dan manajemen bagi Kepala Desa, BPD, Perangkat Desa, Pengurus BUMDes, dan perwakilan unsur Masyarakat Desa Buluhnaman”, ucap Dr. Simson Ginting, S.Sos.,M.PA selaku ketua Tim PKM.
“Buluhnaman memiliki potensi besar mulai dari pariwisata hingga UMKM yang bisa dioptimalkan oleh BUMDes. Pelatihan ini bertujuan agar BUMDes di Desa Buluhnaman memiliki tata kelola dan manajemen yang baik, dan dapat tanggap mengidentifikasi potensi desa masing-masing. Selain memberikan pelatihan tata kelola dan manajemen, kami juga memberikan pendampingan dan konsultasi melalui coaching clinic, sehingga manfaat dari pelatihan tersebut bisa berkelanjutan”, tambah Ketua PKM yang juga sedang menjabat sebagai Wakil Kepala MKWK dan UMUM UPT. PP LIDA USU tersebut.

Pelaksanaan pemaparan materi dan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Tim PKM bersama pemerintah setempat dan perwakilan warga di Aula Kantor Desa Buluhnaman, Wiro Oktavius Ginting, S.Sos.,M.Si. mengatakan salah satu bentuk pengabdian USU kepada masyarakat yakni, program Iptek bagi desa dalam mewujudkan peran universitas secara nyata pada pembangunan masyarakat desa.
Pengabdian ini menjadi urgen karena banyak potensi desa yang belum diberdayakan secara optimal, akibat kurang adanya link and match antara hasil riset dengan aspirasi masyarakat. Dosen Muda yang juga pernah menjadi Tenaga Ahli Pemprov-SU memaparkan pengalamannya tentang bagaimana strategi mengembangkan potensi sumber daya yang dimiliki desa hingga pentingnya BUMDes dalam menyokong terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dan BUMDes sebagai ujung tombak peningkatan pertumbuhan ekonomi di desa.
Dr. Simson Ginting, S.Sos.,M.PA., yang menjadi pemateri pertama kegiatan ini dalam paparannya menjelaskan pelatihan tersebut membahas terkait unit bisnis yang dimiliki oleh BUMDes. Dalam pelatihan ini, para peserta diberikan gambaran memilih unit usaha BUMDes yang tepat dan sesuai dengan potensi yang ada di desa Buluhnaman. Pemilihan unit usaha BUMDes harus tepat dan sesuai dengan potensi yang ada di desa. Misalnya unit usaha pengelolaan sampah. Keberadaan unit usaha pengelolaan sampah ini bisa dikelola BUMDes, selain dapat memberikan keuntungan juga untuk demi kemanfaatan yang lebih luas.
“Desa Buluhnaman ini sebenarnya banyak unit usaha lain yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan BUMDes, misalnya pengembangan Kolam Soda yang mirip dengan kolam soda di Tapanuli Utara dan Venezuela, negara yang berada di ujung utara Amerika Selatan, Sungai untuk arung Jeram, Goa, dan Bukit Persawahan Desa Buluhnaman. Orientasi pembangunan desa dengan pemanfaatan Program Dana Desa melalui BUMDes harapannya dapat memaksimalkan potensi lokal. Pemetaan potensi desa untuk kemudian menjadi sasaran program pengembangan dan peluang ekonomi dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat desa dengan inovasi dan kreativitas”, ucap Dr. Simson Ginting, S.Sos.,M.PA.
Wiro Oktavius Ginting, S.Sos.,M.Si. pada materi berikutnya membekali peserta mengenai materi tata kelola dan manajemen bisnis, bagaimana meningkatkan kapasitas pengurus dan aparatur BUMDes. Setelah itu, dilanjutkan dengan membahas tata kelola keuangan. Bagaimana aparatur BUMDes bisa membuat laporan-laporan keuangan, pembukuan keuangan dan yang berkaitan manajerial keuangan lainnya. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, kami memberikan coaching clinic yang bisa dimanfaatkan setiap saat oleh para pelaku BUMDes di Desa Buluhnaman.

“Kami berharap BUMDes desa ini bisa lebih mandiri, usahanya bisa berjalan dengan baik, dan dapat menghasilkan laba dari usaha dengan baik. Mengakhiri pemaparannya, Wiro mengatakan BUMDes di sini dapat menjadi pioneer dalam pengembangan usaha ekonomi kreatif dan pengembangan desa wisata, oleh karena itu diperlukan revitalisasi terhadap BUMDes dari segi kelembagaan, perizinan hingga partisipasi aktif dari masyarakat supaya BUMDes bisa secara inklusif membangun desa dan ekonomi masyarakat”, ucap Wiro Oktavius Ginting, S.Sos.,M.Si.
Menurut Nur Afifah, S.AP.,M.PA. melalui sambungan seluler mengatakan kolaborasi dan keterlibatan perguruan tinggi menghasilkan pengetahuan, pembelajaran, desiminasi, manfaat. Desa dan perguruan tinggi sama-sama saling membantu. Perguruan tinggi memberikan pengetahuan, inovasi dan solusi permasalahan pengembangan desa. Lalu jadi satu aktor pembangunan berkelanjutan skala desa, mendemonstrasikan konsep dan rancangan keilmuan.
“Jangan asal meniru, BUMDes harus memanfaatkan potensi dan kebutuhan desanya. Kedua, jangan boros dan hindari pengeluaran yang tidak diperlukan, BUMDes harus efektif dan efisien dalam mengunakan dananya. Ketiga, jangan plin-plan dalam menjalankan operasional BUMDes, harus konsisten sesuai dengan AD-ART BUMDes," ujar, Nur Afifah, S.AP.,M.PA.
Sekretaris Desa, Kepala BPD, Pengurus BUMDes, dan Unsur Masyarakat sangat bersyukur dan berterima kasih karena Desa Buluhnaman menjadi perhatian dari Tim PKM USU dalam rangka penguatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan tata Kelola Manajemen BUMDes. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas diskusi yang bermanfaat yang telah terlaksana. Kami akan melakukan sosialisasi untuk pembuatan Peraturan Desa sebagai aspek legal keberadaan BUMDes, memetakan potensi desa yang memiliki banyak objek wisata dan dapat dikembangkan agar manfaatnya lebih besar, mengembangkan unit usaha, serta melakukan pendataan akurat guna menampung aspirasi masyarakat desa”, ujar mereka.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Optimalkan BUMDes, Tim PkM USU Gelar Pelatihan Tata Kelola dan Manajemen Pemberdayaan Masyarakat, https://medan.tribunnews.com/2023/09/04/optimalkan-bumdes-tim-pkm-usu-gelar-pelatihan-tata-kelola-dan-manajemen-pemberdayaan-masyarakat.