Siaran Pers : Hasil Seleksi Administrasi Calon Rektor Universitas Sumatera Utara Periode 2026-2031
Siaran Pers Proses Penjaringan dan Pemilihan Rektor USU Periode 2026-2031
Komite Audit USU 2025-2030 Resmi Bertugas
03 September 2025
Syafrijal S.Kom
Warga Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo, sangat antusias mengikuti pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi dan Pengembangan Smart Eco-Enzyme sebagai Produk Pembersih dan Obat Herbal Berbasis Bioteknologi untuk Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan” yang digelar di aula kecamatan, Tujuan pengabdian tersebut sederhana namun berdampak besar. Yakni mengajarkan masyarakat cara mengolah limbah organik rumah tangga menjadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan.
Saat membuka kegiatan, Sekretaris Camat Munthe mengpresiasi pengabdian tersebut. Ia menekankan pentingnya upaya bersama dalam mengelola sampah organik yang kerap menjadi masalah di lingkungan sekitar. “Kami menyambut baik inisiatif ini. Harapannya, warga bisa mempraktikkan langsung di rumah dan menjadikannya kebiasaan baru yang bermanfaat,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Dr. apt. Dadang Irfan Husori, S.Si., M.Sc. menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat tentang sampah dapur.
“Kulit buah dan sisa sayur yang selama ini dianggap limbah ternyata bisa diolah menjadi produk bermanfaat, bahkan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan berlanjut dengan praktik langsung itu, dibagi dalam empat kelompok. Masing-masing beranggotakan lima orang. Dengan penuh semangat, mereka menyiapkan bahan berupa sisa buah, gula merah, dan air bersih untuk difermentasi di dalam wadah plastik.
Hasil campuran diberi label dan nantinya akan didiamkan selama tiga bulan. Proses sederhana ini ternyata membuat warga semakin bersemangat mencoba di rumah. Salah seorang ibu rumah tangga bahkan mengaku baru mengetahui bahwa sampah dapur bisa diolah menjadi cairan serbaguna.
Dalam sesi diskusi, Prof. Dr. rer.nat. Effendy De Lux Putra, SU., Apt. menambahkan bahwa eco-enzyme tidak hanya berguna untuk rumah tangga. Namun juga bisa membantu menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau masyarakat mau konsisten membuatnya, ini bisa menjadi solusi pengelolaan sampah organik di tingkat keluarga. Kita tidak hanya mengurangi sampah, tapi juga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” jelasnya.
Sementara itu, Mahatir Muhamad, S.Farm., M.Si., Apt. mendorong masyarakat untuk melihat potensi ekonomi dari eco-enzyme. Ia menyebut bahwa produk ini sudah mulai dilirik pasar karena tren gaya hidup ramah lingkungan semakin berkembang.
“Kalau warga bisa mengolah secara berkelompok, hasilnya bisa dikemas dan dijual. Jadi bukan hanya untuk dipakai sendiri, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru,” katanya.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kecamatan Munthe tidak hanya memperoleh pengetahuan baru. Nanun, juga pengalaman praktik nyata yang dapat langsung diterapkan.
Lebih dari itu, semangat kebersamaan yang terbangun selama pelatihan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi pintu masuk bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus peluang usaha yang menjanjikan.